Sistem Karir Karyawan


PENGERTIAN SISTEM KARIR

Sistem yang mengatur pergerakan/perpindahan karyawan dari suatu jabatan ke jabatan lain didalam organisasi suatu perusahaan.

TUJUAN DAN MANFAAT SISTEM KARIR

  • Menyiapkan karyawan untuk dapat dipromosikan.
  • Mempertahankan karyawan yang handal dan mengurangi tingkat turnover.
  • Menarik calon-calon karyawan yang potensial.
  • Memotivasi karyawan untuk tumbuh dan berkembang.
  • Mengurangi penumpukkan karyawan.
  • Memotivasi karyawan agar berprestasi pada tingkat yang optimal.
  • Menjaga kontinuitas proses suksesi karyawan yang mendukung perencanaan karyawan.
  • Membantu rencana tindakan yang positif.

JENIS JABATAN

A. Jabatan Manajerial :
Jabatan yang secara jelas menjalankan fungsi-fungsi manajemen (planning, organizing, actuating, controlling, decision making). Jabatan Manajerial adalah jabatan yang memiliki bawahan.
Contoh :

  • Kepala Divisi, membawahi para Manager
  • Manager, membawahi para Staf dan Non Staf / Pelaksana

B. Jabatan Staf :
Jabatan yang tidak menjalankan fungsi-fungsi manajemen namun menuntut ketrampilan/skill tertentu baik yang bersifat teknis maupun administratif.
Contoh :
Staf Simpan Pinjam, Staf Akunting, Staf Pemasaran, Kasir,

3. Jabatan Non Staf / Pelaksana :
Jabatan yang tidak menuntut ketrampilan khusus dan telah memiliki prosedur kerja yang jelas dan baku.
Contoh :
Pramuniaga, Supir, Kurir, Petugas Keamanan, Pesuruh.

4. Jabatan Fungsional :
Jabatan yang menuntut ketrampilan/keahlian (expertise) khusus, namun tidak memiliki bawahan.
Contoh :
Programmer, Sekretaris.

GRADE JABATAN

Pengertian Grade Jabatan

  • Grade Jabatan adalah tingkatan / level penggolongan jabatan yang disusun berdasarkan berat ringannya tugas dan tanggung jawab jabatan-jabatan didalam organisasi di suatu perusahaan.
  • Masing-masing Grade Jabatan terdiri dari jabatan-jabatan yang memiliki berat ringan tugas dan tanggung jawab jabatan yang relatif sama.
  • Grade Jabatan di organisasi ini terdiri dari 10 Grade yang disusun dari Grade 1 (terendah) untuk jabatan Non Staff sampai dengan Grade 10 (tertinggi) untuk jabatan Director.
  • Masing-masing Grade Jabatan memiliki persyaratan pendidikan dan pengalaman kerja tertentu bagi karyawan yang berhak menduduki jabatan-jabatan Grade tersebut.
  • Grade Jabatan merupakan dasar dari promosi, transfer/ mutasi, demosi, penggolongan gaji serta pemberian fasilitas-fasilitas kepada karyawan.

Persyaratan Grade Jabatan

  • Grade 1 (Non Staff) : Jabatan-jabatan pada grade ini menuntut persyaratan minimal : pendidikan SLTA + pengalaman 0 tahun; atau SD/SLTP + pengalaman 2 tahun.
  • Grade 2 (Senior Non Staff) : Jabatan-jabatan pada grade ini menuntut persyaratan minimal : pendidikan SLTA + pengalaman 2 tahun; atau SD/SLTP + pengalaman 4 tahun.
  • Grade 3 (Staff) : Jabatan-jabatan pada grade ini menuntut persyaratan minimal : pendidikan S1Plus + pengalaman 0 tahun; atau D3 Plus + pengalaman 2 tahun; atau SLTA Plus + pengalaman 4 tahun.
  • Grade 4 (Senior Staff) : Jabatan-jabatan pada grade ini menuntut persyaratan minimal : pendidikan S2 Plus + pengalaman 0 tahun; atau S1 Plus + pengalaman 3 tahun; atau D3 Plus + pengalaman 4 tahun; atau SLTA Plus + pengalaman 6 tahun.
  • Grade 5 (Junior Manager) : Jabatan-jabatan pada grade ini menuntut persyaratan minimal : pendidikan S2 Plus + pengalaman 2 tahun; atau S1 Plus + pengalaman 5 tahun; atau D3 Plus + pengalaman 6 tahun; atau SLTA Plus + pengalaman 8 tahun.
  • Grade 6 (Manager) : Jabatan-jabatan pada grade ini menuntut persyaratan minimal : pendidikan S2 + pengalaman 4 tahun; atau S1 + pengalaman 7 tahun; atau D3 + pengalaman 8 tahun.
  • Grade 7 (Senior Manager) : Jabatan-jabatan pada grade ini menuntut persyaratan minimal : pendidikan S2 + pengalaman 6 tahun; atau S1 + pengalaman  9 tahun; atau D3 + pengalaman 10 tahun.
  • Grade 8 (General Manager) : Jabatan-jabatan pada grade ini menuntut persyaratan minimal : pendidikan S2 + pengalaman 8 tahun; atau S1+ pengalaman  12 tahun.
  • Grade 9 (General Manager) : Jabatan-jabatan pada grade ini menuntut persyaratan minimal : pendidikan S2 + pengalaman 10 tahun; atau S1 + pengalaman  14 tahun.
  • Grade 10 (Director) : Jabatan-jabatan pada grade ini menuntut persyaratan minimal : pendidikan S2 + pengalaman 12 tahun; atau S1 + pengalaman 14 tahun.

PROMOSI, TRANSFER DAN DEMOSI

Karir organisasional karyawan di suatu perusahaan dapat dilakukan melalui tindakan Promosi, Transfer dan Demosi jabatan, yaitu :

Promosi Jabatan :
Perpindahan karyawan dari suatu jabatan ke jabatan lain pada grade jabatan yang lebih tinggi.

Transfer Jabatan :
Perpindahan karyawan dari suatu jabatan ke jabatan lain pada grade jabatan yang sama.

Demosi Jabatan :
Perpindahan karyawan dari suatu jabatan ke jabatan lain pada grade jabatan yang lebih rendah.

PERSYARATAN PROMOSI, TRANSFER DAN DEMOSI

Promosi Jabatan :

  • Prestasi 3 tahun terakhir minimal “Baik”.
  • Memenuhi persyaratan pendidikan, pengalaman, pelatihan dan persyaratan lain dari jabatan promosi.
  • Lulus psikotes dan tes pengetahuan jabatan promosi.
  • Memenuhi persyaratan-persyaratan lain yang ditentukan untuk menduduki jabatan promosi.

Transfer Jabatan

  • Prestasi 3 tahun terakhir minimal “Cukup”.
  • Memenuhi persyaratan pendidikan, pengalaman, XX
  • pelatihan & persyaratan lain dari jabatan transfer.
  • Lulus psikotes & tes pengetahuan jabatan transfer.
  • Memenuhi persyaratan-persyaratan lain yang yang ditetapkan untuk menduduki jabatan transfer.

Demosi Jabatan :

  • Prestasi 3 tahun terakhir “Kurang/Kurang Sekali”.
  • Memenuhi persyaratan pendidikan, pengalaman, pelatihan dan persyaratan lain dari jabatan demosi.
  • Memenuhi persyaratan-persyaratan lain yang ditetapkan untuk menduduki jabatan demosi.

Sumber: Materi Pelatihan Sistem Karir oleh Adil Kurnia
About these ads

10 Comments

  1. yahya said,

    November 21, 2010 at 12:06 pm

    Pak mau nanya, istilah sistem karir tepatnya dalam kegiatan pembinaan kinerja, kepegawaian atau sumber daya Pak???
    t.kasih atas jawaban Bapak..

    • adilkurnia said,

      November 21, 2010 at 3:44 pm

      Mas Yahya,

      Istilah sistem karir itu bagian dari “pembinaan pegawai” atau “manajemen sumber daya manusia”, bukan bagian dari pembinaan (manajemen) kinerja dan bukan juga bagian dari “kepegawaian” (personalia=administrasi kepegawaian). Istilah “sumber daya” terlalu umum, jadi pasti menjadi bagian dari istilah ini. Sistem karir dalam pelaksanaannya didukung oleh hasil dari kegiatan pembinaan (manajemen) kinerja sebagai salah satu syarat untuk promosi jabatan.

      Semoga menjadi lebih jelas, atau tambah bingung…

      Adil Kurnia

  2. Rini G Minarno said,

    November 30, 2010 at 4:39 am

    Pak Adil,

    Mau tau bagaimana caranya kita menentukan grade jabatan? karena bisa saja kan misalnya sama-sama manager/staf tapi beban kerja/bobotnya berbeda, apakah ada metodanya? bukan karena kira-kira saja.

    Terima kasih

    • adilkurnia said,

      December 13, 2010 at 6:32 am

      Dear Mbak Rini,

      Grade jabatan ditentukan berdasarkan hasil evaluasi jabatan (metode point, CRG, Hay, FES, dll). Jangan tertukar antara pengertian evaluasi jabatan dan analisis beban kerja, evaluasi jabatan outputnya nilai jabatan (job value, berupa angka misalnya jabatan Marketing Supervisor=475, Training Manager=650. Nilai jabatan digunakan untuk menyusun grade jabatan dan selanjutnya untuk menyusun struktur upah/gaji. Sedangkan analisis beban kerja outputnya beban/volume kerja, berupa angka atau prosentase, misalnya: Marketing Supervisor=0,75 atau 75%, Training Manager=0,95 atau 95%. Beban kerja umumnya digunakan untuk menentukan berapa orang/SDM yang kita butuhkan untuk mengerjakan tugas-tugas jabatan tertentu, pada unit kerja tertentu, bahkan pada suatu organisasi/perusahaan.

      Ya betul meskipun sama-sama Manajer/Staf, nilai jabatan maupun beban kerjanya bisa berbeda bahkan grade jabatan pun dimungkinkan untuk berbeda meskipun biasanya sama satu grade.

      Untuk lebih jelas, ikutan aja workshop saya, he he…

      Thanks

  3. anwar ilham mahbubi said,

    January 29, 2011 at 10:04 am

    pak saya mau nanya, apakan sistem karier dan grade Jabatan di organisasi Primkopparseni sama dengan di bank syariah..? mahon bantuannya pak buat menyelesaikan tugas akhir kuliah… terima kasih

  4. Any W. said,

    February 19, 2011 at 8:46 am

    Apa bisa sistem karir spt itu di implementasikan nagi pegawai negeri ?

    • adilkurnia said,

      February 20, 2011 at 12:33 pm

      Bu Any,

      Sistem karir yang saya sampaikan konsepnya masih “basic” dan lebih cocok diterapkan pada perusahaan swasta atau paling jauh pada BUMN. Konsep karir ini didasarkan pada “grade jabatan” yang didapatkan dari proses evaluasi jabatan serta penerapan penilaian/review kinerja karyawan yang lebih obyektif. Kalau di Pegawai Negeri, saat ini konsep karirnya lebih didasarkan pada “kepangkatan” yang cenderung diperoleh secara “otomatis” setiap 4 tahun (2 tahun untuk fungsional) sekali karena penilaian kinerja pegawainya tidak berjalan sesuai yang diharapkan. Namun jangan khawatir, kalau instansi pemerintah sudah menerapkan “reformasi birokrasi” maka selain remunerasinya lebih baik juga sistem karirnya akan menjadi lebih baik.

      Demikian penjelasan dari saya, semoga menjadi cukup jelas.

      Salam,
      Adil Kurnia

  5. Emi said,

    July 25, 2011 at 2:19 am

    Apa ada undang-undang di Indonesia yang memuat tentang jenis jabatan/grade jabatan sebagai dasar pengambilan keputusan promosi/transfer/demosi?
    Terima kasih

  6. Sih Hariyanti said,

    June 20, 2013 at 9:26 am

    faktor apa saya yang bisa dijadikan sebagai pendukung nilai suatu jabatan?

    • adilkurnia said,

      June 20, 2013 at 9:56 am

      Dear Sih Hariyanti,

      Faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi-rendahnya nilai jabatan (job value) antara lain: persyaratan tingkat pendidikan dari jabatan tsb, persyaratan jenis/level dan lama pengalaman, banyak & frekuensi hubungan kerja, jumlah dokumen yang dikerjakan, jumlah uang yang diotorisasi/digunakan/disimpan, kondisi kerja, resiko kecelakaan, dll. Faktor apa saja yang digunakan tergantung jenis dan bidang usaha perusahaannya (Kementerian, BUMN, Swasta, Jasa, Pabrik). Lebih jelasnya cari referensi buku atau di google mengenai “evaluasi jabatan” (job evaluation).

      Itu dulu tanggapan dari saya, semoga cukup jelas.

      Salam


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 78 other followers

%d bloggers like this: