Jejak Prajurit Islam Majapahit di Marege/Arnhem Land/Darwin, Australia


Image

Sejarah resmi negeri kangguru sepertinya harus segera direvisi, sebab Prof. Regina Ganter, sejarawan dari University of Griffith, Brisbane, Australia – belum lama ini meriset suku Aborigin Marege yang berbahasa Melayu Makassar. Marege adalah desa kuno di tanah Arnhem, di daerah Darwin, Australia Utara (Northern Territory). Regina mendapat fakta yang menakjubkan, bahwa komunitas Muslim kuno Aborigin berasal dari Kerajaan Gowa Tallo, Makassar, sudah ada sejak abad ke-17 (1650-an), dan menyebarkan Islam di Australia Utara hingga ke desa Kayu Jawa di Australia Barat.

Orang Marege hingga hari ini menyebut rupiah untuk kata ganti uang, padahal mata uangnya adalah dollar. Mereka juga menyebut dinar untuk koin emas Australia. Dahulu sempat ditemukan koin Gobog Wayang di desa Marege Darwin. Padahal koin Gobog merupakan koin resmi Majapahit. Hal ini menunjukkan adanya jejak prajurit Majapahit abad ke-14 yang dikirim ke Marege, namun hal itu masih perlu pembuktian lebih lanjut.

Dalam risetnya, Prof. Regina menuturkan bahwa sejak masa Sultan Hasanuddin (1653-1669), kapal-kapal Phinisi dari Makassar menguasai perairan teluk Carpentaria – Darwin, mereka mencari tripang. Di tanah Arnhem, Marege, orang-orang Makassar berhubungan dengan suku Aborigin, menikah dan beranak pinak membentuk komunitas Aborigin Muslim. Dalam kebudayaan Marege, nampak jelas mereka menggambar kapal Phinisi Makassar dalam karya seni kuno mereka. Uniknya, kapal bercadik Majapahit pun terpahat dalam seni ukir dan lukis mereka yang berusia ratusan tahun.

Ketika orang Inggris menjajah rayah desa Marege dan desa Kayu Jawa, mereka nyaris menghancurkan budaya Islam suku Aborigin Marege pada abad ke-20 seiring arus Westernisasi di negeri Kanguru. Karya seni Marage banyak yang diboyong ke Eropa. Orang Marege menyebut orang Inggris sebagai ‘Balanda’, sedangkan orang Kayu Jawa menyebutnya ‘Walanda’ (sebagaimana orang-orang Makassar, Melayu dan Jawa menyebut orang kulit putih Belanda demikian), dan perang melawan orang Inggris disebut ‘Jihad Kaphe’ (jihad melawan orang kafir – non Muslim).

Sesungguhnya kita adalah Bangsa yang besar dan jaya, pernah membangun perdaban Superpower – Nusantara. Mari bersatu, hilangkan egoisme SARA dan sinisme, marilah kita bangkit dan membangun kembali Nusantara.

 

Sumber:
http://oase.kompas.com/read/2012/08/07/12022947/Jejak.Prajurit.Islam.Majapahit.dari.Bali.hingga.Australia

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 86 other followers